Metode Pembelajaran Blended Learning Untuk PJJ

Suatu metode pembelajaran tentu akan semakin berkembang seiring perkembangan zaman. Seperti saat pandemi sekarang ini yang terdapat penerapan metode pembelajaran jarak jauh. Dimana, sekarang dikenal dengan istilah blended learning atau pembelajaran jarak jauh. Metode pembelajaran blended learning sudah ada banyak yang menerapkannya.

Tentunya, dengan kemajuan teknologi metode tersebut bukan hal sulit lagi. Sebab, telah mampu mendorong untuk pembelajaran dengan online yang berkembang pesat sekarang. Untuk mengenal lebih jauh tentang blended learning ini, bisa simak uraian berikut ini:

Tentang Pembelajaran Blended Learning Method

Tentang Pembelajaran Blended Learning Method

Pembelajaran untuk pendidikan perihal blended learning ini faktanya merupakan pembelajaran campuran. Dimana menggabungkan antara pembelajaran tatap muka dengan metode penjelasan, tanya jawab, tugas serta demonstrasi. Penggabungan tersebut dalam pembelajaran online yang menggunakan berbagai media, tentunya untuk menunjang keberhasilan pembelajaran.

Metode pembelajaran blended learning diteliti mampu dan solusi terbaik untuk diterapkan pembelajaran di era sekarang. Tentunya, dengan berbagai pertimbangan dan penilaian dari segala aspek yang ada. Nah, di dalam blended learning terdapat komponen penting yakni:

  • Pembelajaran secara langsung atau tatap muka.
  • Pembelajaran secara online.
  • Serta pembelajaran dengan mandiri.

Tahapan Dasar Dalam Metode Pembelajaran Blended Learning

Dalam menerapkan metode blended learning ini terdapat tahapan dasarnya. Tahapan tersebut sebenarnya mengacu pada pembelajaran dengan basis ICT. Untuk lebih jelasnya bisa simak yang berikut:

1. Seeking of Information

Pertama, dalam blended learning ini mencakup pencarian informasi dari banyak sumber. Baik online maupun offline perihal informasi yang ada, tetapi di dasar pada validitas, relevansi, kejelasan akademis serta reliabilitas konten. Dalam tahap ini juga, pihak sekolah akan mengidentifikasi urgensi ketika melaksanakan pembelajaran tersebut.

2. Acquisition of Information

Kemudian, tahap selanjutnya, peserta didik baik itu individu ataupun dalam kelompok, berkolaborasi dengan kooperatif. Dimana, peserta didik akan berupaya untuk dapat menemukan, kemudian memahami, lalu mengkonfrontasikan suatu gagasan. Nantinya, peserta didik bisa melakukan interpretasi sebuah informasi dari banyak sumber.

Dalam hal ini, juga sekaligus merancang teknisi dari metode blended learning. Menggunakan platform-platform yang bisa menunjang keberlangsungan kegiatan pembelajaran tersebut. Tentunya hal ini diupayakan, supaya ketika tidak dapat melaksanakan pembelajaran face to face, peserta didik masih dapat dan mampu mengikuti.

3. Synthesizing of Knowledge

Tahap dasar dari metode blended learning yang ketiga ada synthesizing of knowledging. Dimana, akan melakukan konstruksi dari pengetahuan yang ada. Untuk melakukan konstruksi tersebut, bisa dengan proses asimilasi serta akomodasi yang bertolak dengan hasil analisis. Tidak hanya itu, tetapi juga berdiskusi kemudian merumuskan kesimpulan dari perolehan informasi.

Kunci Utama Proses Pembelajaran Blended Learning

Untuk menunjang keberhasilan dari metode pembelajaran blended learning tentu terdapat sebuah kunci. Dimana, kunci utama tersebut diterapkan dari suatu teori pembelajaran yang berasal dari banyak ahli. Nah, berikut uraian kunci utama blended learning tersebut:

  • Self-Paced Learning. Yakni sebuah kolaborasi antara pembelajaran mandiri dengan kapan saja atau online.
  • Live Event. Dalam pembelajaran blended learning ini bisa dilaksanakan dengan tatap muka maupun langsung. Apabila dilakukan tatap muka, maka bisa dengan synchronous yang mana dalam waktu serta tempat yang sama. Tetapi, bisa juga dengan waktu yang sama, dengan tempat yang beda.
  • Assessment. Ketika menggunakan blended learning, maka seorang pengajar atau pendidik harus mampu mengkombinasikan. Dimana, kombinasi ini yakni antara pembelajaran dengan online dan juga offline. Pada kombinasi tersebut, bisa dari tes nya maupun non-tes.
  • Performance Support Materials. Selanjutnya untuk menunjang metode pembelajaran blended learning diperlukan digitalisme. Pihak sekolah atau pengajar telah menyiapkan bahan belajar di dalam bentuk digital. Tetapi, pastikan itu semua dapat diakses oleh para peserta didik, entah itu langsung atau offline.
  • Collaboration. Terakhir dalam pembelajaran blended learning secara garis besar merupakan kombinasi. Maka dari itu, keberhasilan ini ditunjang dengan kombinasi yang baik, efektif serta efisien. Dibutuhkan kombinasi kolaborasi, yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik.

Manfaat Penerapan Metode Pembelajaran Blended Learning

Adapun tentunya, sebuah  metode pembelajaran memiliki manfaat yang telah diperhitungkan sebelumnya. Dengan demikian, akan lebih matang dan tepat dijadikan sebuah metode pembelajaran yang layak. Begitu juga dengan blended learning, berikut manfaat dari metode pembelajaran tersebut:

1. Fleksibel

Menerapkan metode blended learning di era sekarang sangatlah bermanfaat. Sebab, blended learning sangat fleksibel, sehingga memudahkan pendidik dan juga peserta didik dalam kombinasi belajar. Blended learning tidak mengharuskan peserta didik untuk ke sekolahan setiap hari. Pendidik dengan peserta didik bisa membuat sebuah kesepakatan untuk pembelajaran secara online dan juga langsung.

Hal itu, bisa juga disesuaikan dengan situasi serta kondisi yang ada. Tidak hanya itu saja, lamanya jam belajar juga tidak terikat. Dengan demikian, akan lebih bisa terlaksana di tengah kondisi sekarang ini. Pada intinya antara pendidik dan peserta didik dapat melaksanakan kegiatan sesuai kesepakatan.

2. Hemat Waktu serta Biaya

Blended learning juga akan bisa meminimalisir antara waktu dan juga biaya ketika diterapkan dengan bijak. Disini, pendidik bisa hemat dalam penggunaan kertas, sebab media tersebut bisa menggunakan worksheet, handout, paperless dan lainnya. Dimana, yang sebelumnya harus di print kemudian di fotocopy dan sebagainya.

Nah, sekarang pendidik hanya tinggal mengunggah file yang akan dibagikan. Lalu, peserta didik akan mengunduhnya dengan mudah, baik itu dengan Hp ataupun laptop yang ada. Dengan demikian, akan lebih hemat dari segi waktu dan juga biaya yang biasanya dikeluarkan.

3. Lebih Interaktif Ketika Menyampaikan Materi

Menggunakan metode pembelajaran blended learning, tentu memungkinkan pendidik dalam menyajikan materi dengan kreatif. Sebab, dalam penyampaian materinya dapat lewat internet yang didesain sedemikian rupa. Dengan demikian, akan bisa lebih menarik perhatian peserta didik dan juga interaktif.

Pendidik akan bisa menyesuaikan pembelajaran yang pas dengan yang dibutuhkan peserta didik. Serta bisa lebih kreatif dengan sebuah video interaktif, ppt, podcast atau lainnya. Bisa juga dengan membagikan materi berbentuk format e book.

4. Lebih Efisien serta Efektif

Tiap-tiap peserta didik, pastinya punya karakter dengan cara belajar yang berbeda. Dimana, terdapat peserta didik yang akan lebih mudah menyerap materi ketika pagi hari, ada juga yang siang bahkan malam hari. Tidak hanya itu, ada peserta didik yang mungkin lebih nyaman belajar sambil mendengarkan musik atau sambil makan.

Tetapi, tidak sedikit juga yang lebih nyaman ketika sedang sepi dan sendiri di kamar. Sebenarnya peserta didik bisa mengatur sendiri waktu yang sesuai. Sehingga, dalam penerapannya akan lebih efisien dan juga efektif untuk para peserta didik. Untuk itu, penerapan metode blended learning, akan sangat mampu mencapai target pembelajaran jika bisa dengan bijak diterapkan.

Demikian penjelasan mengenai metode pembelajaran blended learning yang perlu diketahui. Pada intinya, sebenarnya metode ini menjadi solusi agar bisa tetap nyaman melakukan pembelajaran. Mengingat, situasi dan kondisi sekarang tidak memungkinkan dalam belajar langsung. Dengan begitu, para peserta didik tetap mendapat pengetahuan, dan tidak terganggu dengan kondisi luar.

Tinggalkan komentar